Labirin - Amelia Gray
Labirin Amelia Gray Penerjemah: Dinten - Ngulikata Dale telah membaca banyak tentang mitologi Yunani. Jadi sewaktu ia bilang kalau ada kejutan untuk kami di Jambore Labu yang diadakannya, kami tahu ia tidak main-main. Jambore itu dilangsungkan pada akhir minggu di lahan miliknya dalam rangka mengumpulkan warga kota dan menggalang dana untuk dinas damkar. Acaranya menampilkan hayride[1] , melukis wajah, dan cakewalk [2] yang menempati seluruh sisi pelataran, namun labirin jagungnyalah yang paling menjadi sorotan. Belum juga ia selesai bersiap-siap, para penggila susur labirin sudah mengantre. Kumasukkan lima dolar ke dalam ember seperti yang lainnya. “Cuma kali ini labirinnya bukan labirin biasa,” ucap Dale sambil menata bal jerami terakhir di dekat labu-labu yang diambil dari persil. “Labirin yang satu ini benar-benar labirin.” Bisik-bisik bermunculan. Wanita yang memegang arumanis ingin mengetahui perbedaannya. “Senang ada yang bertanya,” ucap Dale. “Labir...