Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mark Twain

Katak Lompat Kesohor dari Calaveras - Mark Twain

Katak Lompat Kesohor dari Calaveras Mark Twain Penerjemah: Dinten - Ngulikata Demi memenuhi permintaan seorang teman yang menyurati saya dari Timur, saya mengunjungi Simon Wheeler tua yang budiman dan nyinyir, dan menanyakan temannya teman saya itu, Leonidas W. Smiley, sebagaimana diminta, dan berikut saya sampaikan hasilnya. Saya memendam kecurigaan bahwa Leonidas W. Smiley hanyalah mitos; teman saya tidak benar-benar mengenal tokoh tersebut; dia hanya menduga-duga bahwa kalau saya bertanya pada Wheeler tua mengenai orang itu, itu bakal mengingatkannya pada si keji Jim Smiley, dia akan menceritakan kenangannya yang menjengkelkan itu dan membuat saya jemu sampai mati, begitu panjang dan membosankan hingga bagi saya tak ada artinya. Kalau memang begitu rencananya, dia berhasil. Saya dapati Simon Wheeler sedang tiduran dengan nyamannya dekat tungku, di suatu kedai minuman bobrok di kamp pertambangan Angel yang telantar. Ia gemuk dan botak. Roman wajahnya menampakkan kelembu...

Kedatangan Petugas Pajak - Mark Twain

Kedatangan Petugas Pajak Mark Twain  Penerjemah: Dinten - Ngulikata Yang pertama-tama menjadi perhatianku sewaktu aku “beristirahat” baru-baru ini ialah seorang pria yang mengaku sebagai juru taksir, istilah yang tidak begitu kumengerti. Kukatakan aku tidak pernah mendengar usaha seperti itu sebelumnya, namun aku senang berjumpa dengannya meskipun—akankah ia duduk? Ia pun duduk. Aku tidak tahu apa yang hendak dibicarakan, sekalipun begitu aku merasa bahwa orang yang telah mencapai kedudukan penting dalam urusan rumah tangga mestilah pandai bercakap, santai, dan ramah dalam kehidupan bermasyarakat. Maka, karena tidak terpikir hendak membicarakan apa, aku bertanya padanya apa dirinya hendak membuka usaha di sekitar sini. Ia membenarkan. (Aku tidak ingin terlihat tidak tahu apa-apa, namun tadinya aku berharap ia akan mengatakan apa yang diusahakannya itu.) Aku cukup berani menanyakan padanya, “Bagaimana penjualannya?” Dan ucapnya, “Lumayan.” Lalu aku mengatakan kalau...