Postingan

Menampilkan postingan dengan label Fernando Sorrentino

Yang Hakiki dan Yang Melengkapi - Fernando Sorrentino

Yang Hakiki dan Yang Melengkapi Fernando Sorrentino Penerjemah: Dinten - Ngulikata Pada 25 Juli, sewaktu sedang mencoba untuk menuliskan huruf A, aku menyadari adanya kutil kecil di kelingking tangan kiriku. Pada tanggal 27, kutil itu tampaknya menjadi jauh lebih besar. Pada 3 Agustus, dengan bantuan kaca pembesar, aku dapat melihat bentuknya. Bentuknya menyerupai gajah kecil: gajah terkecil di dunia, ya, tapi seekor gajah yang sepenuhnya mengerut hingga ke detailnya yang terkecil. Gajah itu melekat di jariku pada ujung ekornya yang mungil. Dengan begitu, gajah itu menjadi tawanan di jari kelingkingku. Ia dapat bergerak dengan bebas namun arahnya sepenuhnya tergantung pada kehendakku. Dengan bangga, ragu, sekaligus takut, aku menunjukkannya pada teman-temanku. Mereka tidak menyukainya. Mereka bilang tidak baik membiarkan adanya gajah itu di kelingking. Mereka menyarankanku agar memeriksakannya pada ahli kulit. Aku mengabaikan kata-kata mereka. Aku tidak memeriksakan kutil...

Si Pengganggu - Fernando Sorrentino

Si Pengganggu Fernando Sorrentino  Penerjemah: Dinten - Ngulikata Tanggal 8 November adalah hari ulang tahunku. Kubayangkan cara terbaik untuk merayakannya adalah dengan mengajak bercakap-cakap orang yang tak kukenal. Kejadiannya sekitar pukul sepuluh pagi. Di simpang Florida dan Córdoba, aku menghentikan seorang pria berusia enam puluhan tahun yang berpakaian perlente. Tangan kanannya menjinjing tas kantor. Pembawaannya bak seorang pengacara atau notaris yang angkuh. “Permisi, Pak,” kataku, “ke mana, ya, arahnya menuju Plaza de Mayo?” Pria itu berhenti, memandangku sepintas lalu, dan melontarkan pertanyaan tak berarti: “Anda mau ke Plaza de Mayo, atau Avenida de Mayo?” “Sebenarnya, saya mau ke Plaza de Mayo, tapi kalau itu tidak mungkin, ke mana saja boleh.” “Baiklah, kalau begitu,” ujarnya dengan tak sabar dan tanpa memerhatikanku sama sekali, “lurus ke arah sana”—ia menunjuk ke arah selatan—“melewati Viamonte, Tucumán, Lavalle….” Kusadari ia keasyik...

Laguna Cubelli - Fernando Sorrentino

Laguna Cubelli Fernando Sorrentino  Penerjemah: Dinten - Ngulikata Di sebelah tenggara pedalaman Buenos Aires, Anda dapat menjumpai Laguna Cubelli. Laguna ini lebih dikenal dengan sebutan “Danau Aligator Berdansa”. Kendati jelas-jelas menyatakan keadaan yang sebenarnya, namun Doktor Ludwig Boitus membuktikan bahwa penamaan populer tersebut tidaklah akurat. Pertama, “laguna” dan “danau” adalah kondisi hidrografis yang berbeda. Kedua, meskipun aligator atau Caiman yacare (Daudin)—dari keluarga Alligatoridae —biasa dijumpai di Amerika, namun laguna yang satu ini bukanlah habitat bagi spesies aligator manapun. Airnya luar biasa asin. Fauna dan floranya menyerupai makhluk hidup di lautan. Karena itulah, tidak mengherankan bahwa dalam laguna ini terdapat populasi buaya air asin yang jumlahnya sekitar 130 ekor. “Buaya air asin” ini, yaitu Crocodilus porosus (Schneider), merupakan reptil terbesar yang pernah ada. Hewan ini biasanya mencapai panjang sekitar tujuh meter ...

Kembali ke Asal - Fernando Sorrentino

Kembali ke Asal Fernando Sorrentino  Penerjemah: Dinten - Ngulikata Aku cenderung menerima begitu saja gagasan apa pun yang dikemukakan oleh sosiolog atau psikoanalis di acara televisi. Seorang pria berkacamata dan berjenggot sembari mengepulkan asap dari cangklongnya menyatakan dengan suara tinggi dan tak dapat disangkal lagi bahwa manusia modern telah menjadi objek, dan bahwa sedikit demi sedikit masyarakat konsumen telah melahap mereka. Aku menjadi ketakutan dan sebuah proses mental yang memusingkan—yang tak ada gunanya dijelaskan, namun dapat dibayangkan dengan mudah—mendorongku untuk cepat-cepat mematikan televisi dan bergegas ke toko sepeda Suasorio Hermanos di lingkungan perumahanku di Villa Urquiza. Entah ada berapa orang Suasorio bersaudara itu sebab di toko hanya ada seorang lelaki sangat kurus dengan tulang pipi yang tinggi. Ia ternyata cerdas, efisien, dan sigap. Sewaktu menawarkan sepeda kepadaku, caranya menyampaikan kalimat seperti seorang guru menj...

Siasat Bertahan Menghadapi Kalajengking - Fernando Sorrentino

Siasat Bertahan Menghadapi Kalajengking Fernando Sorrentino Penerjemah: Dinten - Ngulikata Penduduk terkejut, takut, sekaligus jengkel atas masifnya perkembangbiakan kalajengking yang mengancam Buenos Aires, kota yang hingga baru-baru ini bebas sama sekali dari spesies Arachnida yang satu ini. Mereka yang tidak punya imajinasi telah menggunakan cara yang kelewat tradisional dalam menghadapi kalajengking, yaitu dengan racun. Yang punya imajinasi lebih memasukkan katak, kodok, dan kadal ke rumah, dengan harapan binatang-binatang itu akan mengganyang kalajengking. Kedua kelompok tersebut gagal habis-habisan: kalajengkingnya sama sekali tidak mau menelan racun sementara reptilnya tidak mau melahap kalajengking. Kesembronoan dan kejanggalan cara mereka itu hanya berhasil dalam satu hal: memperbesar—bahkan bisa jadi lebih besar lagi—kebencian yang dirasakan bangsa kalajengking pada seluruh umat manusia. Aku punya siasat yang lain daripada yang lain. Aku telah mencoba menyeba...

Lukas Temanku - Fernando Sorrentino

Lukas Temanku Fernando Sorrentino  Penerjemah: Dinten - Ngulikata Aku punya seorang teman yang mestilah orang paling baik sekaligus paling pemalu di dunia. Namanya rapuh dan kuno (Lukas), dan usianya tingkat menengah (empat puluh tahun). Badannya agak pendek dan ceking, kumisnya tipis, dan malah lebih tipis lagi rambut di kepalanya. Karena penglihatannya kurang bagus, ia memakai kacamata. Kacamatanya kecil, bundar, dan tanpa bingkai. Ia selalu berjalan menyamping supaya tidak mengganggu orang di sekitarnya. Daripada mengucapkan “permisi”, ia lebih memilih berlalu lewat satu sisi. Apabila celahnya begitu sempit sehingga ia tidak bisa lewat, Lukas menunggu dengan sabarnya sampai penghalangnya bergerak dengan sendirinya. Anjing-anjing dan kucing-kucing yang tersasar membuatnya panik, dan supaya terhindar dari mereka ia terus-terusan menyeberang dari satu sisi jalan ke sisi lainnya. Ia berbicara dengan suara yang sangat lemah dan halus, saking tidak kedengarannya samp...

Pikirili - Fernando Sorrentino

Pikirili Fernando Sorrentino  Penerjemah: Dinten - Ngulikata Selama beberapa waktu, rak bukuku telah terisi penuh dan sesak. Seharusnya aku memperbesar ukurannya, tapi biaya kayu dan pekerjanya itu mahal, jadi aku menangguhkannya dulu hingga nanti waktunya mendesak. Sementara itu, aku terpaksa mengambil solusi seadanya. Aku menaruh buku-bukuku itu di rumah, karenanya aku berusaha sebaik mungkin supaya ruangan yang sempit ini dapat memuatnya. Barulah kemudian kusadari kalau buku-buku itu—entahkah disusun secara vertikal ataupun horisontal—menampung debu, serangga, dan sarang laba-laba. Aku tidak ada waktu, kesabaran, ataupun dedikasi untuk membersihkannya secara rutin. Pada suatu Sabtu yang mendung berbulan-bulan lalu, akhirnya aku memutuskan untuk mengeluarkan bukuku satu per satu, membersihkan debunya, dan mengelap rak dengan kain basah. Di salah satu rak bagian bawah, aku menemukan Pikirili. Meskipun pojok tempat tinggalnya itu berdebu, penampilannya, seperti...

Semangat Bersaing - Fernando Sorrentino

Semangat Bersaing Fernando Sorrentino  Penerjemah: Dinten - Ngulikata Aku tinggal di sebuah bangunan apartemen di Jalan Paraguay. Di tempat itu semangat bersaing antar penghuninya sangat tinggi. Sejak lama persaingan di antara mereka hanya sebatas dalam memiliki piaraan. Anjing, kucing, kenari, atau kakatua. Binatang paling eksotis yang pernah ada di antara mereka paling-paling tupai atau kura-kura. Aku sendiri memiliki anjing gembala Jerman yang bagus bernama Joey. Ukurannya hanya sedikit lebih kecil daripada apartemen kami. Selain Joey, ada pula seekor laba-laba cantik dari spesies Lycosa pampeana yang tinggal bersamaku dan istriku. Belum ada orang lainnya yang tahu soal ini. Suatu pagi, tepat pada pukul satu, aku sedang memberi makan piaraanku ketika tetangga dari 7-C bertamu. Ia hendak meminjam koranku sebentar dengan alasan yang membingungkan. Aku tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya. Setelahnya, tanpa tanda-tanda akan pergi, ia berdiri saja dalam waktu yan...

Cuma Sugesti - Fernando Sorrentino

Cuma Sugesti Fernando Sorrentino Penerjemah: Dinten - Ngulikata Teman-temanku bilang aku ini orangnya sangat mudah terpengaruh oleh sugesti. Kurasa mereka benar. Sebagai buktinya, mereka mengungkit-ungkit kejadian kecil yang menimpaku pada Kamis lalu. Pagi itu aku sedang membaca novel horor. Walaupun pada waktu itu cuaca terang, aku merasa menjadi korban dari kekuatan sugesti dalam cerita itu. Sugesti itu membuatku membayangkan adanya seorang pembunuh haus darah di dapur. Pembunuh haus darah itu mengacungkan belatinya yang besar, menantiku memasuki dapur sehingga dia dapat menyergapku dan menancapkan pisaunya ke punggungku. Walaupun aku duduk tepat di seberang pintu dapur, walaupun senyatanya tak ada seorangpun yang dapat memasuki dapur itu tanpa sepenglihatanku, dan tidak ada akses lain ke dapur kecuali melewati pintu itu; tapi aku sepenuhnya teryakinkan bahwa memang ada pembunuh yang bersembunyi di balik pintu yang tertutup itu. Jadi karena menjadi korban sugesti itu...

Berkat Takhayul - Fernando Sorrentino

Berkat Takhayul Fernando Sorrentino  Penerjemah: Dinten - Ngulikata Aku mencari nafkah dari kepercayaan orang akan takhayul. Penghasilanku tidaklah mencukupi, pekerjaannya pun tidaklah mudah. Pekerjaan pertamaku di pabrik botol minuman bersoda. Bosnya entah mengapa meyakini bahwa salah satu di antara ribuan botol itu (ya, tapi yang mana?) mengandung bom atom. Ia juga meyakini bahwa keberadaan seseorang cukuplah untuk mencegah lepasnya energi mengerikan itu. Ada beberapa orang yang dipekerjakan, satu untuk setiap truk. Tugasku adalah duduk di atas permukaan yang tidak rata, terdiri dari botol-botol minuman bersoda yang akan didistribusikan, selama enam jam setiap harinya. Tugas yang sulit karena truknya berguncang-guncang; tempat duduknya tidak nyaman dan menyiksa; rutenya membosankan; pengemudi truknya biasa-biasa saja sebagaimana kebanyakan orang; dan kadang-kadang ada botol yang meledak (tapi bukan yang mengandung bom atom) dan akibatnya aku menderita luka-luka ringan...

Perang Suci Psikis - Fernando Sorrentino

Perang Suci Psikis Fernando Sorrentino  Penerjemah: Dinten - Ngulikata Cara yang tepat untuk mengungkap sisi-sisi yang belum diketahui dari manusia dapat dicapai dengan menempatkan subjek dalam situasi yang sama sekali baru dan mengamati reaksinya. Contohnya: apabila saya melakukan panggilan lewat telepon dan mendengar suara di ujung sambungan mengatakan “Halo”, maka percobaan menjadi kurang bernilai ilmiah atau berbobot dikarenakan subjek tidak menunjukkan reaksi lebih dari sikap yang biasanya dalam menanggapi situasi yang juga biasanya. Oleh karena itu, hal tersebut tidak memberi saya kesempatan untuk menyelidiki aspek-aspek tersembunyi dalam kepribadiannya. Bagaimana saya dapat menelaah, misalnya saja, penjaga toko tertentu—dengan keramahtamahan dan senyuman sementara saya berbelanja—tidak sanggup menahan saya menyangkut perkara recehan? Maka yang terbaik adalah mendorong timbulnya reaksi yang tidak terduga. Hal ini dapat bersifat instruktif. Saya dapat mengemu...

Terlalu - Fernando Sorrentino

Terlalu Fernando Sorrentino Penerjemah: Dinten - Ngulikata Aku tidak begitu suka bergaul dan sering kali aku lupa pada teman-temanku. Setelah dua tahun berlalu, pada suatu hari di bulan Januari 1979—cuacanya panas sekali—aku mengunjungi seorang teman yang mengidap semacam ketakutan berlebihan. Namanya tidak penting. Panggil saja dia—sebut saja—Enrique Viani. Pada suatu Sabtu di bulan Maret 1977, jalan hidupnya berubah. Rupanya, sewaktu sedang berada di ruang tamu rumahnya, di dekat pintu menuju balkon, Enrique Viani mendadak melihat seekor laba-laba yang “sangat besar”—menurutnya—di sepatunya sebelah kanan. Seketika dia berpikir inilah laba-laba terbesar yang pernah dia saksikan dalam hidupnya, saat tahu-tahu hewan itu beranjak dari sepatunya dan menyusup ke dalam kaki celananya, di antara kaki dan kain celana. Enrique Viani merasa—menurutnya—mati ketakutan. Belum pernah dia mengalami kejadian yang sebegitu tak mengenakkan. Saat itu juga dia teringat pada petunjuk yang...