Buah Delima - Kawabata Yasunari
Buah Delima Kawabata Yasunari Penerjemah: Maggie Tiojakin - Fiksilotus Suatu malam, diterpa oleh embusan angin kencang, dedaunan yang tumbuh di pohon delima itu jatuh berguguran satu demi satu. Mereka terkulai mengelilingi dasar pohon yang bundar. Kimiko terkejut melihat pola dedaunan yang mengitari dasar pohon, bertanya-tanya dalam hati bagaimana mungkin dedaunan itu bisa begitu sempurna membentuk pola memutar. Tidakkah mereka tertiup angin? Di dahan pohon hanya tinggal satu buah delima yang sudah matang. “Kemarilah dan lihat buah itu,” kata Kimiko seraya memanggil ibunya. “Ibu sampai lupa pohon ini berbuah,” kata ibunya sambil mendongakkan kepala ke arah puncak pohon sebelum melangkah kembali ke dapur. Buah delima yang masih menggantung di salah satu dahan pohon membuat Kimiko berpikir tentang kesepian dalam hidup mereka—ia dan ibunya. Buah yang menggantung di atas beranda rumahnya pun tampak kesepian dan terlupakan. Sekitar dua minggu sebelumnya, kepon...