Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kate Chopin

Satu Jam Saja - Kate Chopin

Satu Jam Saja Kate Chopin  Penerjemah: Maggie Tiojakin - Fiksilotus Mengingat penyakit jantung yang diderita Mrs. Mallard, berita tentang kematian suaminya pun harus ditangani dengan sangat hati-hati. Kakaknya, Josephine, dibebani oleh tugas berat untuk menyampaikan berita duka tersebut. Dengan kalimat terbata, Josephine justru menyampaikan berita itu setengah-setengah. Richards, teman baik keluarga Mallard, juga ada di sana, di samping Mrs. Mallard. Ketika berita tentang kecelakaan kereta itu tiba di kantor surat kabar tempatnya bekerja, Richards kebetulan ada di sana. Ia mendengar sendiri nama Brently Mallard disebutkan sebagai salah satu korban yang tewas dalam kecelakaan naas itu. Untuk meyakinkan diri terhadap kebenaran berita tersebut, Richard menunggu kedatangan telegram kedua. Ia tidak tega membayangkan berita itu jatuh ke tangan orang yang salah, yang kurang mengenal keluarga Mallard. Mendengar berita kematian suaminya, Mrs. Mallard tidak bereaksi seperti wan...

Matangnya Buah Ara - Kate Chopin

Matangnya Buah Ara Kate Chopin  Penerjemah: Dinten - Ngulikata Maman-Nainaine bilang, ketika buah ara sudah matang Babette boleh pergi mengunjungi para sepupunya di Bayou-Lafourche, tempatnya tebu tumbuh. Tidak berarti ada hubungannya dengan matangnya buah ara, tapi begitulah Maman-Nainaine. Tampaknya waktu yang lama bagi Babette untuk menunggu. Dedaunan di pohon belum melunak. Buahnya masih serupa kelereng kecil yang hijau dan keras. Namun datanglah hujan yang lembut dan cukup sinar mentari. Kendati Maman-Nainaine setenang patung Madona, dan Babette seresah burung kolibri, mereka tahu bahwa musim panas telah tiba. Setiap hari Babette menari-nari, menuju barisan panjang pohon ara di balik pagar. Ia berjalan lambat-lambat di bawahnya, dengan saksama mengamati celah di antara bonggol-bonggol dahan yang menyebar. Tiap kali ia datang, kesedihan menjauh lagi. Apa yang ia lihat akhirnya membuatnya menyanyi dan menari sepanjang hari. Pagi berikutnya Maman-Nainaine duduk ...