Postingan

Menampilkan postingan dengan label W. Somerset Maugham

Si Semut dan Si Belalang - W. Somerset Maugham

Si Semut dan Si Belalang W. Somerset Maugham Penerjemah: Maggie Tiojakin - Fiksilotus Di masa kanak-kanak, aku pernah diminta menghafal beberapa buah dongeng karya La Fontaine; lantas setelah itu pelajaran moral dari dongeng-dongeng tersebut akan dijelaskan secara detail kepadaku. Di antara belasan dongeng yang kuhafalkan, ada satu yang berjudul Si Semut dan Si Belalang* —yang pada intinya berusaha untuk menanamkan pelajaran berharga kepada anak-anak bahwa kerja keras selalu membuahkan hasil, sementara kemalasan hanya akan membawa petaka. Di dalam dongeng yang menarik ini (sebelumnya aku mohon maaf karena harus menceritakan lagi dongeng yang seyogyanya sudah diketahui semua orang) Si Semut menghabiskan musim panasnya bekerja keras mengumpulkan makanan untuk persiapan musim dingin; sementara Si Belalang duduk melamun di atas selembar daun sambil bernyanyi riang ke arah matahari. Ketika musim dingin tiba, tentunya Si Semut sudah siap dengan segala bekal yang ia kumpulkan sendir...

Mabel - W. Somerset Maugham

Mabel W. Somerset Maugham  Penerjemah: Dinten - Ngulikata Waktu itu aku sedang berada di Pagan, Burma. Dari sana aku naik kapal uap menuju Mandalay. Namun dua hari sebelum aku sampai di tujuan, sewaktu kapal sedang berlabuh semalam di sebuah perkampungan tepi sungai, aku terpikir untuk berjalan-jalan di daratan. Kapten kapal memberitahuku bahwa ada sebuah klub kecil yang menyenangkan. Aku bisa pergi ke sana dan menyamankan diri. Tempat itu biasa didatangi orang-orang asing dari kapal. Pengelolanya pun amat ramah. Mungkin aku bisa main kartu di sana. Karena tidak tahu mau melakukan apa, aku pun naik ke salah satu kereta yang menanti di area pelabuhan, dan diantarkan ke klub tersebut. Ada seorang pria sedang duduk-duduk di sana sewaktu aku masuk. Ia menyambutku dan bertanya aku mau minuman apa. Ia tidak memikirkan kemungkinan aku tidak mau minum apapun sama sekali. Aku memilih minuman campuran dan duduk. Pria itu berbadan jangkung dan ramping. Kulitnya cokelat terbakar...