Tiba-tiba, Ada yang Mengetuk Pintu Etgar Keret Penerjemah: Arif Abdurahman - Arip Blog “Beri aku sebuah cerita,” perintah seorang lelaki berjanggut yang duduk di sofa ruang tamuku. Situasinya, bisa kubilang, campur aduk tapi tak menyenangkan. Aku adalah seorang yang menulis kisah-kisah, bukan seseorang yang mendongengkannya. Dan bahkan hal itu bukan sesuatu yang kulakukan karena desakan. Terakhir kali ada yang memintaku untuk menceritakan sebuah cerita, adalah anakku. Itu setahun yang lalu. Aku menceritakannya sesuatu tentang peri dan musang—aku bahkan tidak ingat tentang apa—dan dalam waktu dua menit ia tertidur pulas. Tapi situasinya sangat jauh berbeda. Karena anakku tidak punya janggut, juga pistol. Karena anakku meminta cerita dengan baik-baik, sementara orang ini seperti sedang mencoba untuk merampokku. Aku mencoba menjelaskan kepada pria berjanggut itu bahwa jika ia meletakkan pistolnya dulu maka akan jadi sebuah kebaikan untuknya, kebaikan untuk kami. Sulit ...
Postingan
Menampilkan postingan dengan label Etgar Keret
Buka Ritsleting - Etgar Keret
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Buka Ritsleting Etgar Keret Penerjemah: Arif Abdurahman - Arip Blog Ini dimulai dengan ciuman. Hampir selalu dimulai dengan ciuman. Ella dan Tsiki berada di tempat tidur, telanjang, dengan hanya lidah mereka yang saling beradu—kemudian Ella merasakan sesuatu yang menusuknya. “Apakah aku menyakitimu?” Tanya Tsiki, dan ketika Ella menggeleng, ia segera menambahkan, “Kau berdarah.” Dan memang berdarah, dari mulut. “Maafkan aku,” kata Tsiki, dan ia mulai panik mencari-cari di dapur, menarik cetakan es batu dari freezer dan memukul-mukulnya ke meja. “Ini, ambil ini,” kata Tsiki, sambil menyerahkan beberapa es pada Ella dengan tangan menggigil, “letakkan di bibirmu. Ini akan menghentikan pendarahan.” Tsiki selalu cekatan dalam hal-hal begini. Saat di tentara dia seorang paramedis. Dia seorang pemandu wisata terlatih juga. “Maafkan aku,” ia melanjutkan, berubah pucat, “aku pasti menggigitmu. Kau ngerti lah, pas lagi panas-panasnya.””Ga——pa” Ella tersenyum pada Tsiki, es batu m...
Alkisah Setabung Lem - Etgar Keret
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Alkisah Setabung Lem Etgar Keret Penerjemah: Maggie Tiojakin - Fiksilotus Katanya, “Jangan disentuh.” Maka aku bertanya, “Apa ini?” “Lem,” jawabnya. “Lem khusus. Superglue.” Dan aku tanya lagi: “Untuk apa kau beli itu?” “Karena aku butuh,” katanya. “Ada banyak hal yang harus kurekatkan.” “Tidak ada yang perlu direkatkan,” hardikku. “Aku tidak mengerti kenapa kau harus membeli barang-barang tak berguna macam ini.” “Alasannya sama dengan alasanku menikahimu,” celetuknya balik. “Sekadar untuk membunuh waktu.” Aku sedang tidak ingin bertengkar, maka akhirnya kuputuskan untuk diam saja. Dia juga melakukan hal serupa. “Memang lem ini berkualitas tinggi?” tanyaku. Dia menunjukkan foto yang tertera di atas kotak pembungkus lem, di mana figur seorang laki-laki tampak menggantung terbalik dari langit-langit ruangan. Seolah lem itu dioles di alas sepatunya. “Mana ada lem yang bisa merekatkan orang seperti itu di langit-langit ruangan,” kataku. “Mereka pasti me...
Tanpa Dia - Etgar Keret
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tanpa Dia Etgar Keret Penerjemah: Arif Abdurahman - Arip Blog Apa yang kalian lakukan di hari saat wanita yang telah mengisi hidupmu meninggal? Aku pergi ke Yerusalem dan kembali pulang. Ada kemacetan lalu lintas yang mengerikan; ada pembukaan festival film. Dari pusat kota ke jalan tol butuh lebih dari satu jam. Aku menumpang berkendara bersama seorang pengacara muda dan jago di salah satu seni bela diri atau semacamnya. “Terima kasih semuanya,” gumamnya pada dirinya sendiri di sepanjang jalan keluar dari kota. “Terima kasih kepada semua orang yang telah memilih saya, dan terutama untuk ibu saya. Tanpa dia … tanpa dia … ” Dia selalu terhenti seperti itu pada “tanpa dia,” sudah tiga ratus kali. Setelah kami akan berhasil keluar dari kota, dan lalu lintas mulai lancar, ia berhenti mengucapkan terima kasih dan terus menatapku. “Apa kamu baik-baik saja?” Tanyanya setiap beberapa detik. “Apa kamu baik-baik saja?” Dan aku berkata ya. “Apa kamu yakin?” Ia bersikeras. “Apa ...
Cara Menulis Kreatif - Etgar Keret
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Cara Menulis Kreatif Etgar Keret Penerjemah: Maggie Tiojakin - Fiksilotus Cerita pertama yang ditulis Maya adalah tentang sebuah dunia di mana orang-orang punya kemampuan reproduksi dengan cara membelah tubuhnya sendiri. Di dalam dunia tersebut, setiap orang bisa membelah dirinya jadi dua kapanpun dia mau—dan hasil dari pembelahan itu adalah dua sosok manusia yang berusia separuh dari orang yang membelah dirinya sendiri tadi. Beberapa orang memutuskan untuk membelah diri mereka di usia muda; misalnya, seorang remaja berusia delapan belas tahun bisa membelah dirinya jadi dua orang anak-anak berusia sembilan tahun. Sementara tidak sedikit juga orang yang menunggu sampai mereka sudah mempunyai profesi dan keuangan mantap sebelum memutuskan untuk membelah diri mereka (biasanya di usia lima puluh tahun). Namun pahlawan wanita dalam cerita Maya adalah orang yang tidak bisa membelah dirinya sendiri. Wanita itu hidup sampai usia delapan puluh tahun dan, meskipun ditekan masyarakat...
Moral - Etgar Keret
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Moral Etgar Keret Penerjemah: Arif Abdurahman - Arip Blog Pria di TV menyebut pengadilan militer memberihukuman mati buat orang Arab yang bunuh tentara wanita itu, dan banyak orang muncul di TV untuk ngeributinnya, dan karena itu berita berlanjut sampai pukul setengah tiga dan mereka enggak menayangkan acara Moonlighting. Itu bikin Papa begitu marah sehingga dia menyalakan cerutunya di dalam rumah dan itu berbau busuk. Dia seharusnya enggak melakukan itu karena bisa menghambat pertumbuhanku. Papa berteriak pada Mama bahwa karena berkat dia dan orang goblog lainnya yang mencoblos Likud, negara ini jadi kayak Iran. Dan Papa bilang kita harus membayarnya, dan itu mengikis moral apaan lah—aku enggak ingat kata-katanya—apa pun artinya itu, dan bahwa Amerika Serikat juga enggak akan tahan karenanya. Keesokan harinya, guru-guru berbicara dengan kami soal begituan juga di sekolah, dan Tziyyon Shemesh bilang jika kamu menggantung seorang pria, dia bakal ngaceng, kayak di film po...